Rabu, Desember 27, 2023

KANTI: HANTU MAHASISWI PENUNGGU ASRAMA PUTRI

Malam belum terlalu larut, jam di dinding baru menunjukan pukul 20.30, tapi suasana di asrama putri mahasiswi keguruan itu sudah terasa sepi.

Angin terdengar berhembus kencang, menggoyangkan pepohonan bambu yang ada di belakang asrama. Suara gesekan daun bambu yang saling bersinggungan menimbulkan suara gemersik yang mengerikan, laksana bisikan-bisikan hantu wanita yang siap meneror siapapun penghuni asrama.

Suara-suara itu bertambah menyeramkan saat terdengar gesekan batang-batang pohon bambu yang saling bersautan, Kroook! Kroook! Krieeeet! Suara-suara itu membuat Ayunda, salasatu mahasiswi tingkat akhir penghuni asrama itu bergidig ngeri, membayangkan sosok kuntilanak yang tengah bergayut di salasatu pohon bambu, yang menyebabkan pepohonan bambu mengeluarkan suara-suara yang ganjil.

Kendati demikian, Ayunda tetap melanjutkan aktifitasnya, Ia tengah sibuk mengetik sesuatu di laptopnya. Dengan kecepatan tinggi, jari-jemari Ayunda yang lentik menari-nari lincah di atas keyboard. Tapi seketika Gadis manis itu menghentikan aktifitasnya, Ia teringat, masih ada beberapa pakaiannya yang belum diangkat dari jemuran. Sadar yang belum diangkatnya dari jemuran itu merupakan setelan rok yang besok akan dikenakannya saat kuliah, ayunda langsung menepuk jidatnya.

“Ah Sial! Kenapa tadi nggak gue ambil sekalian?” gerutunya dalam hati.

Ia melihat arlojinya, jam sudah menunjukan hampir pukul 10 malam, tapi suasana asrama sudah sangat sepi. Mahasiswi penghuni asrama itu lebih milih masuk kamar masing-masing, sekedar tidur-tiduran atau menekuni buku-buku kuliahnya.

Sementara angin diluar semakin berhembus dengan kencang, dan tetes-tetes hujan mulai terdengar jatuh di atap asrama. Hujan yang semakin lama semakin deras membuat Ayunda panik, pasti roknya kehujanan dan besok tidak bisa dipakai kuliah, padahal besok Ia ada bimbingan.

Ayunda membuka pintu kamarnya, menoleh kiri-kanan, pandangan matanya menyusuri panjang lorong koridor asrama yang benar-benar sepi.
“Put! Putri! Anterin Gue ambil rok di jemuran, yuk.” Seru Ayunda memanggil Putri, temannya yang kamarnya tepat di depan kamar Ayunda.

Tak ada jawaban apapun, hanya suaranya sendiri yang bergaung memantul di tembok lorong koridor asrama yang terasa mencekam. Ayunda bingung, Ia merasa takut jika harus ke jemuran sendirian, sebab selama ini beredar sebuah kisah horor yang mengatakan di jemuran, ada sosok hantu wanita bernama Kanti.

Kabarnya Kanti salasatu mahasiswi yang meninggal karena mendapat kekerasan seksual, dari seorang pria tak dikenal yang masuk ke lingkungan asrama yang awalnya berniat mencuri, namun pria itu memperkosa Kanti secara brutal saat Ia masuk ke lingkungan asrama dan melihat keberadaan Kanti yang saat itu sedang beraktifitas di area jemuran, karena kanti biasa mencuci pakaiannya saat malam hari. Prustasi karena kesuciannya telah direnggut pria tak dikenal, akhirnya Kanti memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kendati cerita itu belum bisa dipastikan kebenarannya, dan selama hampir 4 tahun Ayunda tinggal di asrama belum pernah sekalipun Ayunda bertemu dengan sosok hantu Kanti, tak urung kisah itu benar-benar menghantui Ayunda malam itu.
“Gimana kalau gue bertemu dengan hantu kanti, atau lebih parahnya gue ketemu pria tak dikenal dan gue mengalami apa yang di alami kanti, di perkaos di area jemuran, hiiii!” Ayunda bergumam sendiri.

“Puut! Putriiii! Anterin Gue ambil jemuran, yuk!” Ayunda mencoba memanggil putri sekali lagi, tapi tak ada jawaban.

Mungkin Putri sudah tertidur pulas, kamar Tasya dan Sasa yang ada di sebelah kiri-kanannya juga sudah gelap, sepertinya yang empunya kamar sudah pergi ke alam mimpi.
“Ah, persetan dengan hantu Kanti itu! Gue harus ambil rok gue sebelum benar-benar basah kehujanan dan besok gue nggak bisa bimbingan karena semua rok gue kotor dan satu-satunya yang udah dicuci malah basah kehujanan.” tekatnya dalam hati.
Ayunda merasa semakin merinding melihat gelapnya lorong menuju area jemuran. Dia memutuskan untuk mengambil pakaian tersebut meskipun hatinya berdegup kencang. Lampu-lampu koridor menyala redup, menciptakan bayangan-bayangan aneh di sepanjang jalan., Setiap langkah Ayunda terasa begitu berat, seolah-olah ada sesuatu yang mengintip dari setiap sudut. Sesekali, bayangan pohon bambu yang bergoyang dengan angin malam menciptakan ilusi aneh di dinding lorong. Suara hujan yang semakin deras seolah menyatu dengan gemuruh hatinya yang semakin cepat., Tiba di area jemuran, Ayunda berusaha untuk meraih pakaian roknya.

Saat Ia menoleh ke arah jemuran yang ada di sebelahnya, ternyata Ia melihat Putri tengah mengangkati jemurannya juga.
“Sialan tuh anak, pantes gue panggil-panggil nggak nyaut. Ternyata udah di sini, ya.” Ayunda merasa malu pada diri sendiri yang tadi sempat ketakutan tanpa sebab.

Dan bukan Ayunda namanya, kalau sifat jailnya nggak kumat.

Saat itu, posisi Putri membelakangi Ayunda, sehingga Ayunda yakin Putri belum mengetahui kehadiran Ayunda di tempat itu. Putri masih sibuk, yang jika Ayunda amati, entah sedang apa Putri. Anak itu berdiri di dekat beberapa pakaian yang masih di jemur, dan Ayunda tahu, itu pakaian Putri yang belum kering karena tadi nyucinya bareng. Tapi Putri hanya berdiri tertunduk, tanpa bergerak.

“Ah, pasti anak itu sedang berdoa karena ketakutan.” ujar Ayunda dalam hati.
“Biar gue kagetin ah.”

Ayunda melangkah mengendap-endap mendekati Putri yang masih saja berdiri tertunduk, Ia semakin dekat, dan
“Dooor!” Seru Ayunda seraya menepuk pundak Putri.

Tapi seketika Muka Ayunda langsung pucat, tubuhnya gemetar, karena tangannya tak menyentuh apapun. Benar, benar tangan Ayunda menyentuh tempat kosong, walaupun sosok Putri masih berdiri di depannya, tak kurang dari setengah meter.

Akhirnya, sosok yang Ayunda kira Putri itu menoleh, Ayunda melihat langsung wajah sosok wanita itu. Rupanya wanita itu bukan putri, wajahnya sangat pucat, dengan mata yang melotot nyaris keluar dan lidah yang menjulur panjang hingga menjuntai hingga ke dada.

“Aku Kanti.” ucap sosok wanita itu dengan suara mendesis, lalu terbang ke atas pucuk pohon bambu seraya meninggalkan suara tawanya yang memecah keheningan malam itu.

Ayunda berlari sekuat tenaga, Ia berusaha mempertahankan kesadarannya, kendati nyaris pingsan.

Paginya, Ayunda benar-benar tidak jadi bimbingan karena Ia demam tinggi. Entah penyebab demam Ayunda karena melihat hantu Kanti, apa karena semalam sempat kehujanan saat ngangkat jemuran.

Yang jelas, Ayunda tak mau menceritakan apa yang dilihatnya kepada anak-anak penghuni asrama yang lain. Ayunda tak mau anak-anak yang lain jadi ketakutan, apalagi adik-adik mahasiswi baru yang baru tinggal di asrama.

TAMAT.

Senin, September 05, 2022

Untukmu Yang Gagal Ku PinangB

Bertahun lamanya aku berjuang 
demi seseorang yang ku sayang
Rela ku di rantau orang
berhayal suatusaat dia dapat ku pinang
Meskipun susah kurasa senang
Jika wajahnya sudah terbayang
Suaranya terus terngiang

Selalu membuatku gelisa dan tak tenang
Rindu dan cemburu terkadang datang
Membuat hatiku terasa remuk redam.

Kamu tak akan pernah tau
Siang malam aku berhayal tentangmu
Membayangkan kau merasakan yang sama terhadapku
Tapi ternyata aku keliru
Kini seseorang telah mengucapkan ijab qobul untukmu
Mengakhiri segala impianku
Terimakasih telah mengajarkan apa artinya rindu
Terimakasih telah membuatku merasakan rintik sedu
Kini terlarang sudah rindu kepadamu
Semoga kau hidup bahagia dengan suamimu.
Berbahagialah, hingga berakhirnya sang waktu.

Semarang, 05-09-2022
Yang merindukanmu: Mohammad Aenul Yaqin

Senin, Juni 06, 2022

DAPAT BERPENGARUH BESAR BAGI TOKOH CERPEN DAN PEMBACA, INI DIA TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM CERPEN KENANG-KENANGAN WANITA PEMALU KARYA WS RENDRA

Prosa merupakan suatu karya sastra yang disajikan dengan bentuk cerita, dan disampaikan menggunakan narasi. Penulisan prosa menggabungkan bentuk monolog dan dialog. Melalui tulisannya, Pengarang cerita menyampaikan pemikiran-pemikirannya ke dalam pikiran tokoh. Penyampaian gagasan dilakukan selama para tokoh melakukan dialog.

Cerita pendek (CERPEN) merupakan jenis prosa yang sampai saat ini masih sangat digemari masyarakat. Sejauh ini, sangat banyak orang yang menceritakan pengalaman pribadinya, pengalaman orang lain, ataupun sekedar mengarang cerita fiksi.

Dengan menulis sebuah CERPEN, seseorang dapat mengungkapkan segala gagasan-gagasan yang ada didalam pikirannya. Begitupun dengan penikmat atau pembaca CERPEN. Dengan membaca CERPEN, seseorang dapat terhibur, bertambah pengetahuan, serta belajar dari pengalaman orang lain. Belajar yang paling murah dan mudah, adalah belajar dari kisah orang lain, dari pengalaman orang lain. Hal itu salasatunya yang membuat hingga saat ini CERPEN masih sangat digemari masyarakat. Dan karena hal itu pula, rata-rata penulis cerpen menulis ceritanya agar selalu ada pesan moral yang dapat dipetik pembaca, atau secara tidak langsung penulis menyampaikan sesuatu kepada pembaca agar pembaca dapat mengambil khikmah, atau pembelajaran dari cerita di dalam CERPEN yang dibacanya.

Dari segi pragmatik, tindak tutur yang disampaikan oleh penutur yang berakibat mitra tutur dapat melakukan sesuatu atas tuturan yang disampaikan penutur disebut jenis tindak tutur perlokusi. Maka, jika setiap ujaran di dalam suatu CERPEN di analisis menggunakan jenis tindak tutur dari segi pragmatik, kita akan mengetahui setiap makna yang disampaikan oleh seorang penulis cerpen. Dan kita akan mengetahui lebih jelas, setiap pesan dari seorang penulis yang ingin disampaikan kepada pembacanya, melalui alur kisah, serta tokoh dan penokohan didalam CERPEN. Serta darisana pula kita dapat mengetahui mengapa hanya dengan membaca sebuah kisah di dalam CERPEN seseorang dapat memetik sebuah pelajarann, bahkan dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh tokoh didalam CERPEN, hal ini tak terlepas dari pengaruh kalimat yang disampaikan oleh penulis CERPEN didalam tulisannya.

Dalam hal ini, jenis tindak tutur perlokusi merupakan jenis tindak tutur yang berperan cukup penting didalam penyampaian kalimat didalam CERPEN, yang disampaikan penulis melalui tulisannya, dan kalimat tersebut dapat memberi pengaruh besar kepada seorang pembaca, untuk melakukan sesuatu.

Di tulisan ini, penulis akan menganalisis kutipan ujaran didalam CERPEN KENANG-KENANGAN WANITA PEMALU, karya WS Rendra. CERPEN tersebut mengisahkan tentang sebuah penyesalan seorang gadis, karena Ia telah kehilangan sosok pria yang sangat dicintainya dan mencintainya saat dirinya masih berusia 17 tahun. Namun Ia tak pernah memilikinya hingga pria itu pergi untuk selamanya. Rasa malunya yang amat besar dan ucapannya yang amat pedas, yang diucapkannya saat dulu membuat gadis itu tak pernah memiliki pria yang dicintai untuk selamanya. Ujaran yang diucapkan oleh tokoh gadis di dalam CERPEN itu merupakan akibat dari jenis tindak tutur perlokusi, yang berakibat amat buruk bagi dirinya, dan pria yang sangat dicintainya. Berikut adalah kutipan teks dalam cerpen, yang merupakan tindak tutur perlokusi:
"Dalam keadaan begitu, saya lalu merasa bahwa diri saya terlalu lebih rendah, dan murah sekali. Akhirnya, ketika sudah tidak dapat menahannya lagi, dengan marah saya menerangkan kepada mereka, bahwa saya mencintai Karnain itu hanya bohong belaka. Malahan saya tambahkan, bahwa saya sangat benci kepada Karnain, dan tak mungkin Karnain akan bisa mendapatkan saya!"

Kutipan teks CERPEN diatas, merupakan sebuah jenis tindaktutur perlokusi, sekaligus ujaran yang paling berpengaruh, kepada tokoh didalam CERPEN, maupun kepada pembaca.

Didalam cerita tersebut, kutipan kalimat diatas dapat diungkapkan oleh tokoh gadis karena Ia malu, atas ejekan-ejekan kawan-kawannya, yang mengatakan gadis itu mencintai Karnain. Meskipun sesungguhnya gadis itu sangat mencintai Karnain, namun Ia merasa malu dan merasa murahan saat teman-temannya mengejek akan perasaannya terhadap Karnain.

Namun ternyata karena ucapannya itulah, karnain menjadi menjauhi gadis tersebut, untuk selamanya, bahkan hingga Karnain meninggal, dan gadis itu menyesali ucapannya untuk selamanya. Gadis tersebut memutuskan untuk hidup melajang, tak mau menikah dengan siapapun.

Yang menunjukan bahwa kutipan teks dari dalam CERPEN diatas adalah tindak tutur perlokusi yaitu: Tokoh gadis didalam cerita mengungkapkan ujaran tersebut kepada mitra tutur dalam hal ini kawan-kawannya, agar tak lagi mengejeknya. Namun ternyata akibat dari tuturan tersebut juga tokoh Karnain menjauhinya. Maka, sebagai mitra tutur, ujaran perlokusi tersebut juga memberikan efek terhadap Karnain.

Sementara itu, selain efeknya dapat dilihat dari tokoh cerpen, efek tindak tutur tersebut juga dirasakan pembaca. Saat menulis kalimat berikut, penulis memiliki tujuan memancing perasaan pembaca, memancing emosi pembaca agar pembaca merasa sedih, gemas, marah, serta iba saat membaca cerita tersebut. Maka, efek emosi yang terkuras saat membaca ujaran tokoh didalam CERPEN.

Selain tujuan penulis ingin menguras emosi pembaca, penulis juga memiliki tujuan agar setidaknya ada efek positif yang dapat terjadi pada pembaca, diantaranya pembaca dapat memetik pelajaran, untuk lebih berhati-hati didalam berucap, serta jangan pernah ragu dan malu untuk mengakui akan rasa cinta dan sayang kita terhadap orang lain.

Penulis: Mohammad Aenul Yaqin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Islam Sultan Agung), dan Dr. Aida Azizah, M.Pd (Dosen Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Islam Sultan Agung).

Rabu, Mei 25, 2022

PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI ERA GLOBALISASI

Kemajuan teknologi pada era globalisasi menjadi tantangan besar bagi para orang tua didalam mendidik, mengawasi, serta mengedukasi sang Buah Hati. Canggihnya teknologi di era globalisasi membuat siapapun begitu mudah mendapatkan informasi maupun memberi informasi.

Tak hanya itu, di masa yang serba canggih ini kita bisa mencari hiburan sampai mencari pertemanan melalui sosial media, dimanapun dan darimanapun kita, bisa saling kenal didalam dunia maya. Kecanggihan teknologi pada era globalisasi benar-benar mampu menyatukan dunia, sehingga jarak tak lagi berarti.

Melihat kemajuan teknologi yang dari tahun ke tahun semakin berkembang pesat, maka tantangan orang tua semakin tinggi didalam mengawasi pertumbuhan, perkembangan, serta pergaulan anak. Kemudahan didalam mencari kenalan melalui sosial media seringkali menyebabkan anak salah pergaulan, yang dapat berdampak buruk bagi masadepan. Penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, kehamilan diluar nikah yang berujung pada putusnya pendidikan sebagian besar disebabkan oleh factor salah pergaulan dan pengaruh lingkungan. Mengutip dari Kumparan, sebanyak 41 persen atau hampir setengah dari 208 juta kehamilan di seluruh dunia merupakan kehamilan yang tak direncanakan. Berdasarkan data yang dirilis WHO (World Health Organization), 11 persennya berasal dari remaja perempuan berusia 15-19 tahun.
Hal itu disebabkan oleh edukasi seks yang masih sangat minim, akan tetapi pada masa pertumbuhan, rasa penasaran anak untuk mengetahui sesuatu sangat tinggi, termasuk rasa keingintahuan mengenai seksualitas.

Namun sebagian besar orangtua, menganggap bahwa seorang anak yang menanyakan mengenai seks merupakan hal yang tabuh, bahkan ada sebagian orangtua yang malah memarahi anaknya saat sang anak mengajukan pertanyaan tentang seks. Rata-rata orang tua beranggapan anak dibawah umur, belum sepantasnya tahu tentang seks, sehingga saat anak bertanya mengenai seksualitas orangtua akan mengalami kebingungan didalam menjawab pertanyaan anak, dan jawaban yang diberikan seringkali menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya atau mengalihkan pertanyaan anak dengan topik lain.

Akibatnya, dengan kecanggihan teknologi anak akan mencari tahu mengenai seks secara diam-diam,, dan mempelajari seksualitas tanpa pengawasan dari orang tua. Hal tersebut berbahaya bagi perkembangan anak, karena saat masa pertumbuhan, rasa keingintahuan anak begitu tinggi. Apabila seorang anak telah mengetahui sesuatu, seorang anak yang aktif tidak akan berhenti pada apa yang telah diketahuinya, tetapi akan terus menggalih pengetahuan yang lebih mendalam. Terlebih untuk menanyakan mengenai seks pada orang tua anak takut dimarahi, maka anak akan terus menerus mencari tahu mengenai  seksualitas dari internet, dari teman-temannya, yang justru malah lebih berbahaya, karena hal tersebut sangat besar kemungkinannya dapat menyebabkan anak mendapat pemahaman mengenai seksualitas yang salah, yang pada akhirnya anak terjerumus kedalam pergaulan seks bebas. Maka, orang tua merupakan guru yang paling tepat untuk memberi pemahaman kepada anak, saat anak untuk yang pertamakalinya mulai penasaran mengenai seksualitas.

Saat anak mulai mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan seksual seharusnya orangtua mulai menyadari, adanya anak menanyakan hal tersebut tentu sebelumnya telah mendapatkan informasi mengenai seks yang membuatnya penasaran. Maka, langkah paling tepat yang sebaiknya diambil oleh orangtua yaitu menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang tepat, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak.. Pendidikan seksualitas yang tepat, terlebih langsung dari orangtua dapat mencegah anak terjerumus kepada pergaulan seks bebas yang banyak menimpa remaja saat ini. Sudah saatnya orang tua menyadari, anak mendapatkan edukasi seksualitas akan jauh lebih aman langsung dari orang tua, dan dalam pengawasan orang tua, sebelum anak mencari tahu dari informasi yang kini semakin mudah didapat. Selama ini, rata-rata remaja mendapatkan pengetahuan mengenai seks dengan mencari tahu sendiri melalui internet, dari teman-temannya, dan dari pelajaran di sekolah. Tidak dapat dipungkiri, peran orangtua kebanyakan masih sangat minim didalam memberi edukasi seks kepada anak, bahkan masih banyak orang tua yang masih menganggap anak tidak pantas mendapat edukasi tentang seksualitas.

Kini sudah saatnya orang tua menghapus pemikiran yang demikian. Pendidikan serta pengawasan orangtua didalam mengedukasi anak mengenai seks menjadi hal yang sangat penting untuk diutamakan, kemajuan zaman membuat anak jauh lebih cepat mengetahui apapun yang menurut pemikiran orang tua seharusnya anak belum pantas mengetahuinya. Maka pola berpikir orangtua mengenai edukasi seks pada anak sebaiknya yang lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Penulis: Mohammad Aenul Yaqin (Mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, FKIP unifersitas Islam Sultan Agung).

Rabu, Februari 02, 2022

PASOKAN ENERGI

Ada keyakinan yang teramat kuat, ada semangat berjuang yang begitu tinggi, ada kesungguhan bahwa aku harus bisa, dan kelak aku akan sama dengannya, hidup bersama karena bahagiaku adalah bahagianya.
Keyakinan demikian begitu kuat hanya karena aku mendengar suaranya. Betapa besar aku mencintainya, meskipun hanya cinta dalam hati, yang terus tumbuh subur laksana bunga yang menghiasi seluruh taman dijiwa. Suaranya, adalah pasokan energi yang aku butuhkan, saat aku mulai lemah. Ku fikir, setelah hampir satu tahun aku berpisah dengannya, tak lagi bertegur sapa, tak lagi menghirup parfum yang Ia kenakan, tak lagi berjalan di belakang kamarnya untuk dapat mendengar suaranya, rasa ini pun berlahan akan sirna. Ternyata aku salah. Ia, masih menjadi pasokan energi terbaik saat dayaku mulai lemah.
Namanya, masih terukir denan indah didalam hati, untaian doa yang selalu mengaliri pembuludarah ini, semoga kelak kita kembali bersua, terkadang aku senyum-senyum sendiri hanya karena aku teringat saat duduk begitu dekat dengannya, terkadang jantung ini berdegug kencang saat aku ingat saat waktu itu ku genggam tangannya.
Semoga kelak Ia akan mengerti, aku merindukannya, sepenuhnya aku menyadari, aku siapa, dan dia siapa, ingin aku melupakann rasa yang terus kupendam didalam dada, dan mengenang dengan sewajarnya. Namun disetiap denyut pembuludarahku, menolak hal itu.
Setiap kalimat saat kita bertegursapa, ketika kita masih bersama, masih ku ingat dengan baik walaupun tak lebih dari duapuluh kata.

Senin, Desember 27, 2021

Puisi Sajadah Panjang - Taupiq Ismail

SAJADAH PANJANG

Karya: Taufiq Ismail

Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi kuburan hamba, kuburan hamba bila mati. 
Ada sajadah panjang terbentang, hamba tunduk dan sujut di atas sajadah panjang ini. Diselingi sekedar interupsi Mencari rezeki, mencari ilmu mengukur jalanan seharian. Begitu terdengar suara adzan, kembali tersungkur hamba. 
Ada sajadah panjang terbentang. Hamba tunduk dan ruku' Hamba sujud dan tak lepas kening hamba mengingat Dikau sepenuhnya.

Sabtu, Desember 25, 2021

POCONG JEMBATAN GEDUNG KULON

Langit tampak cerah, sang Dewi Malam mulai menampakan sinarnya dengan malu-malu dari ufuk barat. Sore itu Tony dan Romy berencana untuk pergi menonton sebuah grub band terkenal yang konser di daerahnya. 
"Yakin kita mau berduaan nih? " tanya Tony, tampak keraguan di wajahnya. 
""Iya, Bejo sama Warno nggak jadi ikut,," jawab Romy, suaranya jelas menunjukan kekesalan.
"Udah lah, kita nonton aja, perduli apa dengan hantu Nina yang menghuni jembatan gedung kulon itu?" lanjutnya setengah memaksa. 
Tony berfikir sejenak, terlihat ia sangat bingung untuk menerima ajakan Romy. Bayangan hantu Nina, terus mengganggu fikirannya.

Nina, merupakan seorang gadis yang meninggal belum lama ini. Ia meninggal dengan cara yang tidak wajar, jenazahnya ditemukan tanpa busana di pinggir sungai Gedung Kulon, sebuah sungai besar yang airnya mengalir deras di sebelah barat desa Gedung Kulon. Dari jenazahnya, jelas Nina meninggal karena diperkosa secara brutal. Jenazahnya ditemukan sudah membusuk dan diperkirakan sudah meninggal selama tiga atau lima hari. 
Setelah ditemukannya jenazah Nina, warga desa sangat gempar, karena kabarnya Nina gentayangan, arwahnya sering mengetuk-mengetuk rumah warga saat tengah malam. Selain itu, kabarnya setiap warga yang melintas di jembatan Gedung Kulon tengahmalam, juga akan bertemu hantu Nina. Hantu itu menyetop setiap pengendara motor yang melintas tengah malam di jembatan itu. Sudah banyak warga yang bertemu dengan hantu Nina, bahkan ayah Tony sendiri.

Hal itulah yang membuat Tony merasa ketakutan untuk pergi nonton konser dengan Romy. Ia tahu, nonton konser pasti sampai tengah malam dan Ia takut pulangnya akan bertemu hantu Nina di jembatan Gedung Kulon. 
"Udahlah, ayo kita berangkat, mumpung nggak hujan juga, lagian kapan lagi kita melihat artis ibukota secara langsung?" ujar Romy terus mengajak Tony.

Karena Romy terus-terusan memaksa, akhirnya Tony menerima ajakannya juga. Motor melaju dengan kecepatan sedang, jalanan yang berbatu membuat Romy tak bisa melaju motornya dengan kecepatan tinggi, meskipun hatinya tak sabar untuk segera sampai di lokasi konser. Motor terus melaju ke arah barat, keluar desa dan semakin mendekati jembatan Gedung Kulon. Suasana semakin sepi, bokhlam 5w penerangan jalan yang sesekali mereka lewati justru membuat suasana semakin temaram, dan menambah keseraman menurut Tony.

Akhirnya mereka tiba di jembatan Gedung Kulon. Tony bersukur karena tak ada apapun di sana. 
""Nggak ada apa-apa kan? Mana hantu Nina? Dia mah nggak berani menampakan diri di hadapan guwe! Kalo berani biar guwe cium!" ujar Romy tiba-tiba, disusul suara tawanya. 
Sontak ucapan itu membuat Tony kesal, karena Romy ngomongnya tepat di atas jembatan. Setelah hampir satu jam mengendara, akhirnya mereka tiba di lokasi konser. Romy sedikit kesal karena ternyata konser sudah dimulai. Ia dan Tony berdesakan dengan orang-orang yang memenuhi lapangan. Tiba-tiba, Wajah Tony memucat seketika ketika melihat seorang wanita di hadapannya, diantara kerumunan ratusan orang, jelas Tony melihat Nina disana. Iya berjarak tak kurang dari 2 meter di hadapan Tony, tersenyum kepada Tony, dengan wajahnya yang sangat pucat.

Tony mencoba untuk menghilangkan perasaan takutnya, Ia berbaur dengan orang-orang yang berjoget menikmati musik reggae yang dibawakan artis ibu kota.
***
Konser telah selesai, Tony dan Romy bersiap untuk pulang. Kembali rasa takut mengganggu perasaan Tony, bayangan wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Nina kembali terbayang, seolah melekat di pelupuk matanya. Dengan kecepatan tinggi Romy melaju motornya, akan tetapi saat memasuki daerah pedesaan motor sudah tidak dapat melaju cepat, karena jalanan aspalnya yang sudah rusak dan berbatu. Motor terus melaju, semakin mendekati jembatan Gedung Kulon. Reflek Tony mengusap pergelangan tangannya, saat merasakan ada tetesan air yang jatuh ke tangannya. Ia menengadahkan wajahnya ke atas, untuk melihat apakah langit mendung.? Saat Ia melihat ke atas, sekelebat Ia melihat ada benda berwarna putih yang terbang, hanya sesaat Ia melihatnya, hanya dalam hitungan detik. Pulangnya memang Tony tak banyak terlibat pembicaraan dengan Romy, selain lelah dan mengantuk, Tony juga merasakan, suasana sangat mencekam. 
Hyhyhyhyhyhy." Sedari tadi Tony mendengar suara itu, tapi awalnya tak terlalu jelas, sehingga Tony masih berfikir itu suara binatang malam. Tapi diantara suara deru mesin motor, Tony mencoba fokus mendengarkan, itu suara apa, dan Tony mulai yakin bahwa suara itu suara orang merintih.

Tony masih belum berani menyampaikan apa yang didengarnya kepada Romy, dan Ia benar-benar tersentak kaget bahkan hampir jatuh dari motor saat tiba-tiba Romy mengerem motornya sangat mendadak. 
""Allah huakbar! Ada apa, Ro?" tanya Tony. Rony hanya diam, saat itu mereka hanya sekitar jarak 10 meter dari jembatan Gedung Kulon. 
Romy diam, tak menjawab pertanyaan Tony, akan tetapi tangannya menunjuk kedepan. Ternyata di sana, diatas jembatan, berdiri sosok pocong yang meskipun didalam kegelapan, jelas Mereka dapat melihat wajah pocong itu yang merupakan wajah Nina. 
"Yaa Allah Pocong, Rom!" seru Tony dengan suara gemetar. 
"Iya guwe juga tau itu pocong, siapa bilang itu bencong?" jawab Romy dengan suara yang juga gemetar. 
"Kita puter balik, Rom, kita ke rumah Dewi aja, kita nginep di sana!" Romy setengah dongkol mendengar saran Tony, dalam suasana kaya gini, dia masih berfikir buat nginep di rumah cewek.

Meskipun demikian, Romy memutar motornya ke arah barat, dan melajunya dengan kencang meskipun jalanan berbatu. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah Dimas, kawan mereka di desa sebelah. Beruntung Dimas belum tidur karena dia juga baru pulang nonton konser.



TAMAT

Cari Yang Ada

Mengenai Saya

Seorang Tunanetra dari tegal yang sangat hobby menulis